Pages

Friday, January 22, 2016

Politisi Korup



S. Ross dalam Fall From Grace: Sex, Scandal, and Corruption in American Politics From 1702 to the Present mendokumentasikan fakta bahwa skandal politik mengguncang hampir setiap dekade sejak sebelum Revolusi Amerika. Dalam periode pasca-Perang Saudara, mesin politik dilambangkan oleh “Boss” Tweed’s Tammany Hall (Partai Demokrat New York City) di mana kebusukan dan korupsi meluas ditambahi dengan favoritisme politik dan penipuan pemberi suara. Lebih dari satu pemilihan dengan kotak-kotak suara yang sudah diisi atau “suara kuburan”.
“Cerutu, minuman keras, dan uang diantar dalam kantong-kantong kertas cokelat”—inilah bayangan Hendrick Smith tentang ruang lobi dunia politik dalam acara televisi PBS The Power Game. Daftar kejahatan terkait okupasi di kalangan pegawai politis atau pemangku jabatan bisa jadi meliputi pemberian keistimewaan bagi bisnis swasta seperti komisi ilegal untuk kontrak publik, izin tipu-tipu, dispensasi pajak, dan penilaian pajak lebih rendah. Sebagai contoh, para inspektur kesehatan di New York City (“City Inspectors”, 1988) mengubah Departemen Kesehatan menjadi Departemen Kekayaan dan melipatkan dua atau tiga kali gaji mereka dengan memeras pembayaran dari restoran, mengancam memanggil mereka karena pelanggaran ketentuan kesehatan kalau tidak mau membayar.
Tahun 1999, delapan inspektur makanan federal ditangkap dalam sebuah skema suap dan pungutan komisi yang membolehkan pedagang grosir mencurangi pemasok mereka. Skema ini melibatkan para inspektur yang menetapkan buah dan sayur berkualitas rendah, memberi harga murah kepada pedagang grosir yang kemudian melakukan prosedur tertentu dan menjual barang-barang tersebut dengan Peringkat A. Sebagian inspektur mengeruk bayaran 100.000 dolar per tahun.
Tahun 2007, sebelas orang pejabat New Jersey didakwa menerima ribuan dolar suap untuk bisnis kota praja yang dijanjikan kepada para petugas yang menyamar sebagai broker asuransi. Lebih dari 100 pejabat publik di New Jersey dijatuhi hukuman atas dakwaan korupsi federal antara tahun 2001 dan 2007.
Korupsi politik, penyuapan, pungutan komisi, dan jual beli pengaruh di kalangan pemegang jabatan politik federal, negara bagian, dan lokal sudah tumbuh subur sejak awal republik ini berdiri. Lazimnya penerimaan terhadap korupsi semacam itu memunculkan sejumlah komentar berseloroh, misalnya, menggambarkan Wali Kota Boston, Curley, yang sedemikian bengkoknya sampai-sampai ketika hendak dikubur orang terpaksa mengikatnya dengan sekrup ke tanah. Negara-negara bagian seperti Illinois, New Jersey, dan Louisiana mempunyai problem tersendiri dengan korupsi publik pada dekade pertama abad kedua puluh satu. Louisiana digambarkan begini: “Half of Louisiana is under water and the other half is under indictment”. Di Illinois, Gubernur Rod Blagojevich ditangkap karena meminta bayaran sebagai imbalan pengisian kursi senat yang ditinggalkan Presiden Obama dan di New Jersey, lebih dari 130 pejabat dinyatakan bersalah melakukan korupsi selama periode 7 tahun.
Mark Twain (1899) pernah mengatakan “Tidak ada kelas penjahat yang begitu khas Amerika selain Kongres”. Pemanfaatan jabatan publik untuk keuntungan pribadi merupakan definisi korupsi politik. Barangkali tidak ada peristiwa yang mengundang citra korupsi, pengecohan, dan dusta resmi sekaliber Watergate. Cerita ini bermula dengan pengungkapan penyusupan ilegal di Markas Komite Nasional Demokrat yang terletak di kompleks Watergate di Washington, D.C. Pembobolan itu dilakukan oleh agen-agen yang bekerja di bawah presiden saat itu, Richard Nixon.
Nixon tentu saja bukan presiden A.S. pertama yang terlibat dalam praktek-praktek bengkok. Tetapi jelas dialah presiden pertama yang didepak tidak hormat dari jabatan karena perpanjangan aktivitasnya dan yang pertama kali diselamatkan dari proses pidana tertentu melalui ampunan penuh terlebih dahulu (diberikan oleh penggantinya, Presiden Gerald Ford). Pada saat itu, sikap Presiden Nixon terhadap investigasi terungkap dalam “rekaman yang hilang” yang nantinya dipublikasikan: “Aku tidak peduli sama sekali apa yang terjadi. Aku mau kalian jangan menjawab. Suruh mereka menggunakan Amandemen Kelima, menutup-nutupi, atau apa pun asalkan bisa menyelamatkan rencana”.
Politisi korup di mana-mana
Frank F. Hagan's Introduction to Criminology

Amerika Serikat dibangun oleh orang-orang yang muak dengan kebobrokan Dunia Lama dan karena itu bertekad membangun Dunia Baru (anggap saja orang-orang yang kini disebut Amerindian itu kutu atau apalah) tanpa warisan keruwetan Eropa. Adapun negara kita dibangun di atas wilayah jajahan orang-orang Eropa Dunia Lama yang bobrok itu ... ah tapi sudahlah, politisi di mana-mana sama saja. Dulu, teman saya bilang kalau tidak punya keterampilan yang bermanfaat, sebaiknya orang jadi politikus saja.
 
Politisi sama saja di mana-mana
Kata Khrushchev
Rujukan:
Frank E. Hagan, Introduction to Criminology: Theories, Methods and Criminal Behavior, Sage Publications Inc., 2012.

No comments:

Post a Comment