Pages

Monday, January 18, 2016

Kosakata Ahli Hidrologi



referensi istilah hidrologi

Sesar dapat meluahkan air asli; sungai mati tidak terkena oleh aliran bawah. Kata-kata ini mungkin terdengar seperti celoteh tak berarti, namun sebenarnya kalimat ini adalah jalinan beberapa istilah hidrologi yang umum (meskipun barangkali cara pemakaiannya tidak seperti yang dilakukan oleh ahli hidrologi mana pun). Seperti kebanyakan ilmu lain ilmu hidrologi mempunyai bahasanya tersendiri. Bercampur dengan istilah-istilah teknis seperti “permukaan piezometri” dan “lajur pengudaraan” adalah sejumlah istilah lain yang kedengarannya merupakan kata-kata biasa tetapi diberi arti khusus  oleh ahli hidrologi. Berikut adalah kosakata yang sering dijumpai dalam tulisan-tulisan tentang air.

Air Asli. Air yang telah terjebak berabad-abad jauh di bawah permukaan bumi, hingga tidak bisa ikut serta dalam daur hidrologi.
Air Tanah. Istilah yang memerikan seluruh air di bawah permukaan. Air ini bisa ditemukan sedalam beberapa kilometer.
Akuifer atau Lapisan Pengandung Air. Lapisan batuan, pasir atau kerikil yang dapat dilalui oleh air.
Aliran Bawah. Gerak air ke hilir melalui batuan lulus di bawah dasar sungai.
Artois. Berhubungan dengan air bawah tanah yang terjebak di bawah tekanan antara dua lapisan batuan kedap. Sumur artois adalah sumur yang menyadap air artois. Disebut demikian menurut sumur yang serupa yang dibuat di Provinsi Artois di Prancis.
Balan. Ambang batuan atau kerikil dalam sungai yang dilewati air yang meluap dengan kecepatan yang lebih dari biasa selama masa aliran rendah. Balan cenderung terdapat pada selang yang agak seragam sepanjang kebanyakan sungai.
Banjir Tahunan. Aliran tertinggi yang biasanya dicapai oleh sebuah sungai dalam suatu tahun. Titik tertinggi ini biasanya bukan banjir dalam arti lazimnya, karena tidak ada air yang meluap.
Bantaran. Sebidang tanah datar berbatasan dengan sungai, terdiri dari endapan yang diletakkan selama berabad-abad oleh sungai itu ketika bergerak ke samping di antara dinding lembah dan mungkin tergenang selama banjir besar.
Cekungan Sungai. Daerah menurut geografi tempat semua air permukaan cenderung mengalir ke dalam suatu sungai melalui anak sungainya.
Curahan. Tercurahnya uap air yang diembunkan oleh atmosfer dalam bentuk hujan, hujan es, hujan bercampur es atau salju.
Daerah Hulu. Awal suatu sungai, sumbernya atau bagian hulunya.
Daur Hidrologi. Proses penyebab beredarnya air secara tetap dari laut ke atmosfer, ke bumi, dan kembali ke laut lagi.
Desalinasi atau Pengawagaraman. Proses penyingkiran garam dari air. Paling sering ini merupakan proses penyulingan. Dengan ini air asin diuapkan lalu diembunkan dan yang tinggal adalah garam sebagai sisa.
Gaiser. Dari kata dalam bahasa Islandia yang berarti “penyembur”. Semburan air tanah sebagaimana ditemukan di alam, akibat desakan ke permukaan oleh uap pada selang waktu yang agak teratur. Tekanan uap lalu meningkat melawan air yang menindihnya; ini menimbulkan letusan yang menakjubkan; setelah itu gaiser mereda lagi sampai tekanan uap cukup meningkat untuk menggerakkannya lagi.
Garam. Sekelompok senyawa kimia yang dapat larut, termasuk natrium klorida – garam meja – yang terlarut dari tanah dan batuan oleh air yang mengalir melewatinya.
Gaya Kapiler atau Kemerambutan. Gaya yang menyebabkan air naik dalam ruang sempit akibat tarikan molekul, sering melawan tarikan gravitasi.
Geomorfologi. Ilmu mengenai bentuk bumi dan evolusinya, yang kedua-duanya banyak disebabkan oleh kegiatan air dalam sungai dan gletser.
Hidrolisis. Proses penyebab bereaksinya senyawa secara kimia dengan air untuk membentuk zat baru. Misalnya feri klorida, bila ditempatkan dalam air, membentuk molekul baik dari asam hidrolkorida maupun feri hidroksida.
Hidrologi. Telaah keilmuan terhadap air yang ditemukan di permukaan bumi, di bawah permukaannya, dan dalam atmosfer.
Kekeruhan. Kekaburan yang disebabkan oleh sedimen tersuspensi dalam air. Sungai umumnya paling keruh setelah hujan badai, ketika banyak sekali sedimen yang terhanyut aliran masuk sungai belum mengendap.
Kelulusan. Kemampuan suatu zat padat untuk melewatkan zat cair. Kelulusan tanah atau batuan ditentukan oleh banyaknya pori atau lubang, ukuran dan bentuknya, serta jumlah sambungan di antaranya.
Kerucut Surutan. Lekukan menyerupai kerucut pada muka air tanah sekeliling sebuah sumur, yang disebabkan oleh pemompaan. Makin cepat air dipompa, makin dalam dan makin terjal kerucut itu.
Kesarangan. Kemampuan batuan atau bahan bumi lainnya untuk menyimpan air dalam ruang terbuka atau pori; persenan ruang terbuka seperti itu dalam hubungan dengan isi seluruhnya.
Lajur Jenuh. Lapisan di bawah lajur pengudaraan tempat semua ruang antara terisi dengan air air tanah. Muka air adalah puncak lajur jenuh.
Lajur Pengudaraan. Lapisan bumi di atas muka air, yang mengandung ruang penuh udara tempat air merembes.
Luah. Laju pengaliran air permukaan atau air bawah tanah yang umumnya dinyatakan dalam meter kubik sedetik atau liter sedetik. Istilah ini juga digunakan untuk pemasukan sungai ke dalam arus samudra.
Mata Air. Mulut pada permukaan bumi, yang merupakan pangkal mengalirnya air tanah.
Muka Air. Paras naiknya air tanah, atau permukaan lajur jenuh.
Pelindian. Proses pelarutan dan penghanyutan mineral atau senyawa tertentu seperti misalnya oksida besi oleh air ketika merebes melalui batuan dalam kerak bumi.
Pemakaian Boros. Penggunaan air, terutama dalam pengairan, sedemikian rupa sehingga air itu berubah menjadi uap dan dikembalikan ke atmosfer. Dengan demikian air yang digunakan itu tidak lagi bisa secara langsung ke sungai atau ke sumber di bawah tanah yang menjadi asalnya.
Pemeluhan atau Transpirasi. Pernapasan daun tumbuhan untuk mengeluarkan uap air.
Pengembunan Perubahan bentuk air dari uap menjadi zat cair. seperti yang terjadi bila bahang diserap oleh zat air tersebut, misalnya bila air mendidih jadi uap.
Peresapan. Cara air permukaan meresap ke dalam tanah melalui lubang kecil-kecil dalam tanah.
Sedimen. Butiran kecil-kecil berupa tanah dan butiran hanyutan, yang akhirnya mengendap di dasar.
Sesar. Patahan dalam kerak bumi, yang menyebabkan penggelinciran dan perpindahan lapisan kerak itu. Sesar itu bisa mengangkat lapisan batuan hingga beberapa sentimeter sampai ribuan meter lebih tinggi daripada lapisan yang berbatasan. Hal ini mempengaruhi letak dan pengaliran air bawah tanah, hingga sering menyebabkan timbulnya mata air.
Sungai Mati. Danau melengkung, yang terjadi bila suatu belokan ditinggalkan oleh sungai yang sudah mengubah jalannya.
Tsunami. Kata Jepang yang berarti “gelombang badai” ini menunjukkan gelombang laut ukuran raksasa, yang timbul oleh gangguan gempa di bawah dasar laut. Gelombang ini kadang kala secara salah disebut gelombang pasang, padahal gelombang pasang ini sebenarnya timbul karena tarikan matahari dan bulan.

Sumber: Luna B. Leopod, Kenneth S. David dan para editor Pustaka Time-Life, Air, Tira Pustaka, Jakarta, 1983, h. 194–195.
Picture source:

No comments:

Post a Comment